MELAWAN LUPA
Inspirasi sejarah
TOKOH PEJUANG MAMASA DARI BAMBAM (PUS)
PAUL SILA'BA
Adalah Paul Sila'ba (Paulus Sila'ba) Cucu dari Pahlawan 'Mambakkai'
(P Mangngajo) lahir di Taora pada tahun 1926 dari pasangan Sila'ba (Puak Sege) dan indo Kai P. Mangngajo. P. Sila'ba adalah tokoh Mamasa dari Bambam PUS yang paling disegani karena jasa jasa dan ketokohan nya dalam sejarah perjuangan Mamasa melawan DI/TII dan Bn 710. Sebelum mendirikan OPR (Organisasi Pertahanan Rakyat) Bambam, Tabulahan dan Galumpang, Paul Sila'ba yang lebih akrab disapa 'Camat tua' (Mamasa dan Mambi) ini, pernah tergabung dalam kesatuan BKR (Badan Keamanan Rakyat) setara dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI sekarang) dibawah komando Kahar Muzakkar yang bermarkas di Leling, Sulawesi Tengah. Seiring membelot nya Kahar Muzakkar dari Perjuangan membela NKRI menjadi Pemberontak yang berniat mendirikan Negara Darul Islam Indonesia Sulawesi, Paul Sila'ba pun meninggalkan Kesatuan nya dan memilih hijrah ke kampung halaman nya, Taora.
Konon atas perintah Kahar Muzakkar, selama beberapa tahun P. Sila'ba diburu oleh Kesatuan nya sendiri karena dianggap sebagai pengkhianat dan ancaman terhadap pembelotan yang dilakukan Kahar Muzakkar yang tadinya pro NKRI.
Mendapati Bambam PUS dan Mamasa berada dibawah bayang bayang dan teror Gerombolan DI/TII pimpinan Kahar Muzakkar (mantan komandan nya), saat itulah P. Sila'ba bersama Derek Rengga, Daud Matanga, Efraim Tane, Ferdinand Sumampow dan beberapa tokoh lainnya membentuk OPR. Sementara konfrontasi dan pergolakan belum selesai, muncul lagi masalah baru P. Sila'ba mendapat laporan dari Derek Rengga mengenai sepak terjang Bn 710 yang meresahkan warga di Mambi, khususnya terhadap masyarakat Bambam di Rantepalado tempat dimana Derek Rengga mengajar sebagai Guru Sekolah Dasar. Bn 710 yang awalnya dikirim oleh pemerintah untuk melindungi rakyat Bambam dari teror DI/TII, justru melakukan hal hal yang tidak terpuji seperti pencurian ternak warga, pelecehan sex terhadap kaum Perempuan, teror, dan sebagainya.
Sejak itu lah permulaan OPR mengadakan perlawanan terhadap Bn 710 pimpinan Letkol Andi Selle yang dimulai dari tahun 1958 sampai dengan tahun 1962 yang berakhir dengan kemenangan OPR dan OPD serta terusirnya seluruh personil Bn 710 dari seluruh wilayah Mamasa disertai banyaknya korban jiwa di pihak Bn 710.
P. Sila'ba wafat di Makassar pada bulan Mei 1989, diusia 69 tahun karena serangan jantung dan dikebumikan di Pemakaman keluarga di Taora, Buntu Malangka.
Semoga perjuangan P Sila'ba dan tokoh tokoh Bambam lainnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Bambam berikutnya.
Referensi :
Dikisahkan oleh
Mendiang tokoh-tokoh OPR lainnya seperti
Daud Matanga
Efraim Tane
Derek Rengga
Semasa hidupnya kepada penulis.
Komentar
Posting Komentar